Analysis of Nutrient Intake on Nutritional Status of Under Five Year Children

  • Lina Dewi Anggraeni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus
  • Yohana Riang Toby STIK Sint Carolus
  • Sada Rasmada STIK Sint Carolus
Keywords: Nutrient Intake, Maternal Characteristics, Nutritional Status, Under Five Year Children

Abstract

Nutritional status is a depiction of food security needed by the body. The impacts due to the incidence of malnutrition and overnutrition experienced by children under five years are worrying. The purpose of this study was to determine the factors associated with the nutritional status of under five year children in Pustu Oebufu, Oebobo Sub-District Kupang City in February 2018. The research type used was observational analytic with the cross-sectional design approach. The population were children under five years who were in the service coverage of Oebufu Pustu work area. The sampling technique was purposive and the sample size was 136 mothers who had a child under five. The study found 73.5% of under-five children had normal nutritional status. The statistical test results showed that there is a relationship between education (p=0.015), knowledge (p=0.000), and food supply such as energy intake (p=0.000), protein (p=0.000), fat (p=0.000), carbohydrate (p=0.000), vitamin A (p=0.000), vitamin C (p=0.000), calcium (p=0.002), iron (p=0.000) and zink (p=0.000) with nutritional status (p-value < 0.05). Parent involvement, especially mothers, is closely related to the nutritional status of under five year children. Mothers should have good knowledge of nutrient intake for children under five.

References

Adani, V., Pangestuti, D. R., & Rahfiludin, M. (2016). Hubungan Asupan Makanan (Karbohidrat, Protein dan Lemak) dengan Status Gizi Bayi dan Balita (Studi pada Taman Penitipan Anak Lusendra Kota Semarang Tahun 2016). Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 261 - 271.

Adriani, M., & Bambang, W. (2012). Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015, Januari). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3, 163 - 170.

Arif, N. (2009). ASI dan Tumbuh Kembang Bayi. Jakarta: MedPress.

Arnisam, Salfiyadi, T., & Lura, L. S. (2013). Hubungan Asupan Mineral Zinc (Seng) dan Vitamin A dengan Kejadian Diare Pada Balita di Kecamatan Seulimeum. Idea Nursing Journal, 66 - 73.

Astutik, Rahfiludin, M., & Aruben, R. (2018). Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Balita Usia24-59 Bulan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 409 - 418.

Baculu, E. P. (2017). Hubungan Pengetahuan Ibu dan Asupan Karbohidrat dengan Status Gizi Pada Anak Balita di Desa Kalangkangan Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli. Promotif, 14 - 17.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. (2013). Hasil Rikesdas 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Desfita, S., & Priwahyuni, Y. (2014). Status Gizi Balita dan Karakteristiknya di Dua Kecematan di Kota Pekan Baru. Gizi Indonesia, 37, 51 - 61.

Dewi, & Nindya. (2017). Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Besi dan Seng dengan Kejadian Stunting pada Balita 6-23 Bulan. Amerta Nutr, 361 - 368.

Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur. (2015). Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2015. (E. R. Salmun, D. Hutahaean, A. Kikhau, M. T. Roja, & Y. D. Rini, Eds.) NTT: Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur.

Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur. (2015). Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2015. (E. R. Salmun, D. Hutahaean, A. Kikhau, M. T. Roja, & Y. D. Rini, Penyunt.) NTT: Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur.

Diniyyah, S. R., & Nindya, T. S. (2017). Asupan Energi, Protein dan Lemak Dengan Kejadian Gizi Kurang Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Suci Gresik. Amerta Nur, 341 - 350.

Gani, I., & Amalia, S. (2015). Alat Analisis Data: Aplikasi Statistik untuk Penelitian Bidang Ekonomi dan Sosial. Yogyakarta: ANDI.

Hardinsyah, & Supariasa, I. D. (2016). Ilmu Gizi: Teori dan Aplikasi. Jakarta: EGC.

Helmi, R. (2013, April). Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Margototo Kecematan Metro Kibang Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Kesehatan, VI (), 233 -242.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2010). Indonesia Menyusui. (R. Suradi, B. Hegar, I. G. Pratiwi, A. N. Marzuki, & Y. Ananta, Penyunt.) Indonesia: Badan Penerbit IDAI.

International Food Policy Research Institute. (2016). Global Nutrition Report 2016: From Promise to Impact Ending Malnutrition By 2030. Washington, DC.

Jayarni, D. E., & Sumarmi, S. (2018). Hubungan Ketahanan Pangan dan Karakteristik Keluarga dengan Status Gizi Balita Usia 2 – 5 Tahun. amerta nutr, 44-51.

Kalsum, U., & Gandini, A. L. (2016). Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Pengolahan Makanan dengan Status Gizi Balita. mahakam Nursing Journal, 47-56.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Jakarta: Indonesia Sehat.

Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional. (2008). Strategi NAsional Pengembangan anak Usia Dini Holistik - Integratif. Jakarta: Bappenas.

Khomsan, A. (2007). Study Implementasi Program Gizi: Pemanfaatan Cakupan Keefektifan dan Dampak terhadap Status Gizi. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor.

Khotimah, H., & Kuswandi, K. (2014). Hubungan Karakteristik Ibu dengan Status Gizi Balita di Desa Sumur Bandung Kecematan Cikulur Kabupaten Lebak. Jurnal Obstretika Scientia, 146 - 162.

Losong, N. H., & Adriani, M. (2017). Perbedaan Kadar Hemoglobin, Asupan Zat Besi, dan Zinc pada Balita Stunting dan NonStunting. Amerta Nutr, 117 - 123.

Nilakesuma, A., Jurnalis, Y. D., & Rusjdi, S. R. (2015). Hubungan Status Gizi Bayi dengan Pemberian ASI Ekslusif, Tingkat Pendidikan Ibu dan Status Ekonomi Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Pasir. Jurnal kesehatan andalas, 37-44.

Oktavianis. (2016). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi pada Balita di Puskesmas Lubuk Kilangan. Journal Human Care, I.

Par'i, H. M. (2016). Penilaian Status Gzi: Dilengkapi Proses Asuhan Gizi Standar. Jakarta: EGC.

Pemerintah Provinsi Banten. (2016, Mei 20). Sustainable Development Goals (SDGs) / Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Retrieved Juni 1, 2017, from http://blhd.bantenprov.go.id/upload

Pos Kupang. (2017, Maret 3). Pemerintah dan Balita Gizi Buruk. Retrieved Mei 4, 2017, from POS Kupang: http://kupang.tribunnews.com/2017/03/03/pemeritah-dan-balita-gizi-buruk

Pos Kupang. (2016, Februari 29). Pos-Kupang.com. Dipetik 10 Juli 2018, dari Pernikahan Usia Dini Bawa Banyak Masalah: http://kupang.tribunnews.com/2016/02/29/pernikahan-usia-dini-bawa-banyak-masalahPos Kupang. (2017, Maret 3). Pemerintah dan Balita Gizi Buruk. Dipetik 4 Mei 2017, dari Pos Kupang: Http://Kupang.Tribunnews.Com/2017/03/03/Pemeritah-Dan-Balita-Gizi-Buruk

Pos Kupang. (2015, November). Pos-Kupang.com. Dipetik 10 Juli 2018, dari Cakupan ASI Ekslusif di Kota Kupang Masih Rendah: http://kupang.tribunnews.com/2015/11/06/cakupan-asi-eksklusif-di-kota-kupang-masih-rendah

Pramana, C. (2018). Hubungan antara Kecukupan Asupan Kalsium dan Zat Besi terhadap Status Gizi Anak di Sekolah Negeri Pabelan 01 Kartasura [Skripsi]. Surakarta: Universitas Muhammadiyah

Puspasari, N., & Andriani, M. (2017). Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Gizi dan Asupan Makan Balita dengan Status Gizi Balita (BB/U) Usia 12-24 Bulan. Amerta Nutr, 369-378.

Putri, R. F., Sulastri, D., & Lestari, Y. (2015). Faktor - faktor yang berhubungan dengan status Gizi Anak balita di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 254 - 261.

Regar, E., & Sekartini, R. (2013, Desember). Hubungan Kecukupan Asupan Energi dan Makronutrien dengan Status Gizi Anak Usia 5-7 Tahun di Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur Tahun 2012. eJKI, 1, 184 - 189.

Rismiati. 2016. Hubungan Asupan Mikronutrien Dan Status Gizi Anak Usia 2-5 Tahun di Wilayah Posyandu Gonilan [Skripsi]. Surakarta (ID): Universitas Muhammadiyah.

Sari, E. M., Juffier, M., Nurani, N., & Sitaresmi, M. N. (2016, April). Asupan Protein, Kalsium dan Fosfor pada Anak Stunting dan Tidak Stunting Usia 24-59 Bulan. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 12, 152 -159.

Sealey, P., & AC, P. (2014). An Assessment of Dietary Diversity and Nutritional Status of Preschool Children. Austin J Nutri Food Sci, 1-5.

Sharlin, J., & Edelstein, S. (2014). Buku Ajar Gizi dalam Daur kehidupan. (C. A. Agustina, E. Rezkina, Q. Rahmah, Penyunt., Y. Kristianto, & A. O. Tampubolon, Penerj.) Jakarta: EGC.

Sudargo, T., LM, H. F., Rosiyani, F., & Kusmayanti, N. A. (2014). Pola Makan dan Obesitas. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Suryani, L. (2017). Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Pekanbaru. Jomis (Journal of Midwifery Science), 1, 47-53.

Susilo, H. W. (2013). Prinsip-Prinsip Biostatistika dan Aplikasi SPSS pada Ilmu Keperawatan. Jakarta: IN MEDIKA.

Wawan, & Dewi. (2011). Pengetahuan Sikap dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.

Wijayanti, N. (2017). Fisiologi Manusia dan Metabolisme Zat Gizi. Malang: Universitas Brawijaya Press (UB Press).

Wiku, A. (2010). Sistem Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rajawali Pers.

Williams, L., & Wilkins. (2011). Nutrition Made Iincredibly Easy. (A. W. Nugroho, N. Santoso, Penyunt., & L. Dwijayanthi, Penerj.) Jakarta: EGC.

Ziliwu, N.S.P., Anggraeni, L.D., & Lina, R.N. (2020). Factors Associated with Nutritional Status of Children Under Five Years Of Age In Gunungsitoli Idanoi Primary Healthcare Center. The Indonesian Journal of Public Health, Vol 15, No 3: 315-324

Published
2021-07-26
How to Cite
Anggraeni, L., Toby, Y., & Rasmada, S. (2021). Analysis of Nutrient Intake on Nutritional Status of Under Five Year Children. Faletehan Health Journal, 8(02), 92-101. https://doi.org/10.33746/fhj.v8i02.191